bintangpena.com -Ponorogo- Memiliki rasa khas pedas dengan bumbu rempah yang kuat, Nasi atau sego Geneman Godhong Gedhang (Gegok) menjadi salah satu pilihan kuliner tradisional favorit di Kabupaten Ponorogo.

Disajikan dengan teknik masak tradisionall, Nasi Gegok berisi lauk sambal pedas, umumnya ikan teri, yang dibungkus daun pisang lalu dikukus. Saat ini, isian lauk sudah bervariasi seperti ikan tongkol, tuna, ayam hingga tawon. Seperti yang disajikan oleh warung makan Go Gegok Mbah Pur, di Jalan Puspowarno, Mangkujayan, Ponorogo.

“Awalnya Sego Gegok ini merupakan bekal makan para petani atau pencari kayu di hutan. Lalu agar tidak cepat basi, nasi yang dibungkus bersama lauk tadi dikukus lagi supaya awet saat dimakan ditengah hutan,” kata Mbah Pur, Kamis (16/4).

KHAS : Umi Sholikah menunjukkan salah satu menu Sego Gegok di warung milik Mbah Pur, Kamis (16/4).

Sego Gegok, kata Mbah Pur yang juga salah seorang pelaku seni di Kabupaten Ponorogo itu menjadi bukti warisan kuliner masyarakat yang menonjolkan kelezatan bahan sederhana. Mengingat untuk proses pembuatannya, tidak butuh resep khusus. Yakni hanya menggunakan bumbu pedas dengan rempah yang kuat, mampu memunculkan cita rasa otentik.

“Kata pembeli di warung kami, rasanya enak. Dan alhamdulillah sampai sekarang masih banyak peminatnya,” ungkapnya.

Setiap hari, kata Mbah Pur warung Go Gegoknya itu mampu memasak hingga 100 bungkus nasi dengan berbagai pilihan topping. Selain di warungnya sendiri, Mbah Pur juga menyuplai sejumlah warung makan hingga mini market.

JURU MASAK : Pengelola warung Sego Gegok Mbah Pur saat memberikan keterangan pada Kamis (16/4).

“Kami sudah berproduksi selama belasan tahun. Dulu lebih ramai karena banyak anak sekolah yang kesini. Harganya murah dan mengenyangkan,” imbuhnya.

Untuk sekali proses masak, biasanya tim produksi membutuhkan waktu hingga lima jam lebih. Mulai dari mmenyiapkan toping, memasak nasi berikut bumbu rempah, membungkus satu persatu dengan daun pisang lalu mengukusnya kembali.

“Setelah matang di dinginkan lalu dikirim ke toko-toko dan warung makan,” tutupnya. (daz)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page