bintangpena.com-Ponorogo- Rasa manis yang pas dengan tekstur lembut, menjadi ciri khas olahan jenang besek keluarga Munjanah atau akrab disapa Bu Mun. Berlokasi di Desa Semanding, Kecamatan Jenangan, home industri tersebut tetap eksis sejak 32 tahun terakhir.

Menggunakan komposisi berbahan baku tepung beras, ketan, santan kelapa serta gula merah dan dimasak dengan teknik khusus membuat jenang besek Bu Mun menjadi makanan khas yang banyak diminati.

 

“Resepnya turun temurun dari Bude saya. Terus saya lanjutkan dan ini mulai diteruskan anak saya,” kata Bu Mun saat di temui di rumahnya, Kamis (16/4).

KHAS : Jenang besek khas Ponorogo saat dipajang di etalase warung milik Bu Mun, di Desa Semanding, Kec. Jenangan Kabupaten Ponorogo, Kamis (16/4).

Rasa khas jenang besek Bu Mun memang unik. Tidak terlalu manis, namun teksturnya lembut dan legit. Rasa tersebut dihasilkan melalui proses memasak yang tidak sebentar. Untuk sekali masak, Bu Mun membutuhkan waktu selama enam jam. Satu jam untuk mencampur bahan secara merata, dan lima jam sisanya untuk mengaduk adonan.

Berbeda dengan awal mula produksi, yang menggunakan tenaga manusia saat ini proses memasak adonan sudah menggunakan teknologi mesin. Itu disebabkan sudah tidak adanya tenaga yang mampu mengolah secara manual.

“Tapi saat proses diaduk tetap dibantu sama tenaga manusia. Supaya adonan tidak lengket ke wajan. Kalau lengket adonan bisa gosong,” katanya.

TELATEN : Bu Mun saat memperagakan cara mengaduk jenang dalam proses memasak.

Kenapa lima jam, karena jika kurang dari kurun waktu tersebut tingkat kematangan jenang tidak bisa optimal. Sehingga bisa menyebabkan perubahan rasa hingga kerusakan adonan.

“Dan yang terpenting kami tidak menggunakan bahan pengawet,”jelasnya.

Jenang besek Bu Mun, mulai diproduksi sejak tahun 1994. Saat itu, Bu Mun dibantu saudaranya menjajakan jenang dari satu pasar ke pasar yang lain. Seiring waktu, masyarakat kemudian mengenal produk jenang Bu Mun dan mulai banyak yang memesan ke rumah.

“Biasanya jenang besek ini dikonsumsi saat hajatan. Tapi lama-lama menjadi camilan sehari-hari,” katanya.

Sampai hari ini jenang besek Bu Mun sudah menjadi oleh-oleh khas Ponorogo. Tidak hanya menjadi buah tangan masyarakat lokasi, jenang besek anti lengket itu juga sudah merambah hingga luar negeri. (daz)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page