bintangpena.com-Ponorogo- Cingur merupakan sebutan untuk kulit tebal pada bagian mulut atau moncong sapi. Bagian ini menjadi ciri khas makanan rujak cingur yang banyak dijumpai di daerah Jawa Timur, tanpa terkecuali di Kabupaten Ponorogo.

Menggunakan bumbu khas berupa petis udang yang kental, pisang klutuk mentah dan kacang sangrai menjadikan rujak ini sebagai pilihan alternatif makanan lezat tradisional. Biasanya, rujak cingur disajikan menggunakan lontong dan aneka sayuran.

“Untuk Ponorogo rata-rata suka pedas. Jadi saat ulek bumbu biasanya ditambahkan juga cabe,” tutur Sri Romlah, penjual rujak cingur di Jalan Menur, Ponorogo pada Sabtu (18/4).

 

 

KOMPLIT : Bahan racikan Rujak Cingur di warung milik Sri Romlah, sebelum disajikan.

Meskipun makanan khas ini telah dipopulerkan di Surabaya, Sri yang sudah berjualan selama 30 tahun lebih itu mengaku jika selain warga lokal ia juga melayani konsumen dari berbagai daerah yang berkunjung ke Ponorogo. Ada dari Solo, Jakarta, Malang dan lainnya.

“Rata-rata banyak yang tahu dari internet. Tidak tahu itu dibuatkan siapa. Dan alhamdulillah katanya bumbunya cocok,” kata Sri sambil tersenyum.

Untuk bumbu petis, Sri sudah berlangganan dengan salah satu produsen setempat. Komposisi dan rasanya sudah mendekati bumbu petis yang banyak dijual di Surabaya mauoun Sidoarjo.

Sebagai pelengkap menu, Sri biasanya menyajikan rujak cingur dengan es cao. Es cao juga menjadi salah satu minuman khas, karena terbuat dari cincau, sirup serta perasan air jeruk. (daz)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page