bintangpena.com -Ponorogo- Ratusan siswa calon peserta didik Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 5 Kabupaten Ponorogo bertemu Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, Sabtu (26/7/2025). Pertemuan berlangsung gayeng di Gedung Sentra Industri (GSI) Jalan Trunojoyo setempat.

Dengan ciri khasnya sebagai ibu, Khofifah memberikan motivasi kepada para calon siswa dari tiga jenjang sekolah tersebut.

“Kalian hebat. Semuanya semangat ya, harus punya cita-cita yang tinggi. Sekarang sudah berasrama dan semuanya akan menjadi bagian dari keluarga besar,” kata Khofifah.

CEK : Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko saat mengecek kondisi bangunan SR Terintegrasi 5 Ponorogo, Minggu (27/7/2025).

SR Ponorogo menyelengarakan pembelajaran lima rombongan belajar (rombel). Yakni terdiri dari 125 pelajar jenjang SD, SMP, dan SMA yang semuanya menghuni asrama.

Usai menyapa para siswa, Khofifah bersama Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko bersama jajaean
Dengan kesiapan Kabupaten Ponorogo sebagai daerah penyelenggara SR Terintegrasi 5, Khofifah mengapresiasi respon tersebut dengan mengacungkan dua jempol untuk fasilitas gedung rintisan SR Ponorogo.

Deretan ruangan yang dulunya untuk aktivitas perajin industri kecil dan menengah (IKM), itu lebih dari cukup untuk kegiatan belajar mengajar serta asrama.

“Ponorogo ini jauh di luar bayangan saya. Saya sudah berkeliling ke berbagai Sekolah Rakyat, tapi yang di sini luar biasa,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, SR Ponorogo termasuk kategori 1B yang dijadwalkan mulai pembelajaran pada 1 Agustus mendatang bersama enam lokasi lain di Jatim Sedangkan SR kategori 1A sudah lebih dulu memulai pembelajaran pada 14 Juli lalu bersamaan awal tahun ajaran baru. Dengan skema terintegrasi mulai SD, SMP, hingga SMA dalam satu lingkungan berasrama bakal membentuk karakter anak yang hebat.

”Ini bisa jadi role model nasional. Pendidikan, pembinaan karakter, serta pengembangan keterampilan berjalan seimbang. Bahkan penguatan bahasa Inggris bisa kolaborasi dengan Pare,” jelasnya.

 

Tak hanya fasilitas belajar, Khofifah meminta aspek pembinaan kedisiplinan juga menjadi perhatian. Dia menyebutkan rencana penggunaan lonceng untuk mengatur aktivitas siswa mulai dari bangun tidur, belajar malam, hingga istirahat.
Dia juga menekankan pentingnya kegiatan fisik seperti senam pagi dan sarapan bergizi yang menjadi bagian dari pembentukan karakter.

”Anak-anak dikumpulkan jam lima pagi dengan lonceng. Senam, sarapan, mandi, dan siap sekolah. Malam pun harus tidur teratur. Ini cara  penggemblengan karakter yang maksimal,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko segera memenuhi sejumlah catatan dari Gubernur Khofifah. Di antaranya, melengkapi sarana penunjang belajar.

”Atas saran Bu Gubernur,  kami akan lengkapi smart board di tiap kelas agar pembelajaran lebih excellent,” ujar Kang Giri.
Kang Bupati memastikan capaian renovasi sudah sesuai target yang akan rampung pada 31 Juli. Dengan begitu, kegiatan belajar mengajar di SR Ponorogo sudah berjalan mulai  1 Agustus 2025.

“Tinggal finishing, kami pastikan semua siap sebelum pembelajaran dimulai,” tegasnya. (daz/adv)

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You cannot copy content of this page