bintangpena.com-Ponorogo- Belasan Ibu Rumah Tangga (IRT) Desa Panjeng Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo, mengikuti pelatihan atau workshop kuliner tradisional selama tiga hari berturut. Bertempat di Joglo Ampirono Bintang Pena desa setempat, acara dilaksanakan pada 5-7 Juni 2026. Workshop dilaksanakan sebagai rangkaian kegiatan menuju Pasar Ponoragan sebagai Media Edukasi Kreatif, Inovatif dan Ruang Apresiasi Budaya Ponorogo. Selama tiga hari, peserta mendapatkan pembinaan dari sejumlah mentor. Mulai dari akademisi, praktisi dan profesional. DEKAT : Umi Sholikah saat memberikan sambutan dalam pembukaan Workshop Kuliner Tradisional, Jumat (5/6). “Kami telah bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO), SMKN 2 Ponorogo dan juga Maesa Hotel sebagai mitra profesional kami,” tutur Umi Sholikah, penerima manfaat Program Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dengan ID 38670, Senin (8/6). Pada hari pertama, peserta menerima materi dari para mentor tentang pentingnya menciptakan masakan sehat, halal dan menarik. Selain itu, mereka juga mendapatkan wawasan tentang kewirausahaan. Khusus materi tersebut diberikan para mentor dari Bagian Sertifikasi Mahasiswa (BSM) UMPO. “Kami berharap kerjasama ini tidak berhenti disini saja. Tetapi kedepan kami akan dengan senang hati mendampingi para ibu peserta workshop dan lainnya dalam mengembangkan kewirausahaan mereka,” ungkap Kepala BSM UMPO, Nurul Sri Wahyuni. CEKATAN : Madarury Kartika Eka Putri saat memandu teknik memasak bagi para peserta, Sabtu (6/6). Pada hari berikutnya, para peserta diajak praktik memasak kuliner tradisional dengan mentor dari SMKN 2 Ponorogo. Sedikitnya ada tiga mentor, yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Para peserta dengan antusias belajar tetang teknik memasak, meracik bumbu hingga menata makanan atau plating. “Ini kali pertama kami bekerja sama dengan masyarakat dalam memberikan pelatihan kepada Ibu Rumah Tangga. Dengan konsep masakan sederhana tapi menarik dan menyehatkan ini, semoga bisa memberikan warna berbeda bagi masyarakat,” tutur Madarury Kartika Eka Putri, Koordinator Mentor SMKN 2 Ponorogo. PROFESIONAL : Dian Ratih Anggraini saat mengevaluasi hasil plating peserta, Minggu (7/6). Kesan serupa juga disampaikan Dian Ratih Anggraini, Executive Assistant Manager (EAM) Maesa Hotel Ponorogo yang memberikan materi pada hari ketiga tentang plating dan packaging makanan tradisional. Menurut Dian, cara penyajian dengan tampilan sederhana namun menarik sangat relevan dengan konsep makanan tradisional. Biasanya konsep tersebut, banyak digunakan dalam penyajian kuliner tradisional bagi para tamu hotel. (daz) Post navigation Lestarikan Seni Budaya melalui Workshop Pertunjukan Tari Tradisional Ponorogo